Rabu, 15 Desember 2010

Jual motor trail











- Mesin full tiger
- Surat2 lengkap STNK/BPKB
- Rangka Custom
- Shock up side down
- Mono shock satria
- Stang Rental (Double)
- Rem disk brike depan blakang satria
- Velg depan Teka 18 “inch” ,belakang 17 “inch”
- Elecktrik starter
- Lampu depan Kawasaki KLX 250
- Knalpot Stentlis fullest

Rp 17.000.000,00

Jumat, 25 Juni 2010

Tips mengatasi kesulitan belajar pada anak


Orang tua sering bingung dan pusing menghadapi anak yang kesulitan untuk belajar. Bahkan ada orang tua stress menghadapi anak yang demikian apalagi melihat anak-anak tetangganya yang telah jauh lebih maju karena rajin dan cepat menyesuaikan diri dalam proses belajar mereka. Kebingungan dan kepanikan orang tuan ini tidak jarang diakhiri dengan membentak anak, memarahi, bahkan memukul anak tersebut.

Seharusnya hal seperti ini tidak akan terjadi kalau orang tua bisa mengerti sedikit anaknya dan memahami sifat-sifat anaknya. Tanamkanlah metode belajar yang sesuai umur untuk anak. misalkan anak yang berusia 4-8 tahun, seperti yang kita ketahui untuk anak yang berumur seperti ini dunia nya adalah dunia bermain, maka kalau kita memaksa anak untuk belajar secara serius maka hasilnya tidak akan bagus, jadi carilah metode belajar yang bisa membuat anak senang. Misalkan belajar sambil bernyanyi ataupun belajar sambil bermain. Maka anak tidak akan merasa bosan karena anak tersebut masih bisa belajar sambil bermain.

Ada beberapa hal yang membuat anak kesulitan dalam belajar

a. Kemampuan intelektual anak ada yang cepat dan ada yang lambat.
b. Kesehatan fisik anak, kalau anaknya lemah sering sakit dia juga akan mengalami kesulitan-kesulitan di dalam belajar.
c. Strategi belajar dan kebiasaan belajar, kebiasaan yang salah itu akan mempengaruhi hasilnya yang tidak memuaskan.
d. Masalah lingkungan belajar, kalau lingkungannya tidak menyenangkan, maka anak juga akan terganggu belajar.
e. Rasa tanggung jawab anak di dalam belajar.

Bisa juga Kebiasaan belajar yang menyebabkan anak mengalami kesulitan belajar di antaranya adalah :

1. Anak diharuskan mempelajari sekaligus bahan pelajaran yang begitu banyak dalam waktu yang sangat panjang.
2. Anak bermain playstasion dan menonton televisi sebelum belajar, sementara main dan nonton itu menyerap semangat kita cukup banyak sehingga melelahkan. Jadi waktu anak belajar dia sudah lelah dan kehilangan minat.
3. Anak yang tidak pernah merapikan bukunya dan menghabiskan waktu hanya untuk mencari bahan pelajaran sekolahnya.
4. Anak yang sebenatar-sebentar mencari makanan ketika belajar.
Lingkungan belajar yang mengganggu anak belajar adalah:
1. Suasana rumah yang semrawut dan tidak rapi.
2. Rumah yang dipenuhi oleh kebisingan suara musik, motor, dan lain-lain.
3. Pertengkaran orang tua, orang tua tidak harmonis ini banyak sekali membuat prestasi anak merosot dsb.
4. Tetangga yang suka datang atau menelepon dan mengajak anak kita bermain.
5. Kakak atau adik yang suka mengganggu.

Ada beberapa Tips untuk mengatasi anak yang kesulitan dalam belajar yaitu dengan cara :

1. Tanamkan kesadaran kepada anak bahwa belajar adalah suatu kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang pelajar yang hasilnya akan diraih dimasa mendatang.
2. Berikan contoh kepada sang anak. Orang tua dapat turut membaca buku-buku yang bermanfaat saat anak sedang belajar.
3. Orang tua sebaiknya juga menanamkan budaya membaca di lingkungan keluarga.
4. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Buat ruang belajar yang menarik, rapi dan tidak membuat anak malas di dalam ruang belajar.
5. Berikan motivasi kepada anak untuk belajar dengan cara yang baik, adakan pendekatan sambil menyelami hati anak dengan menjadikan anak sebagai sahabat. Jangan menyuruh anak belajar dengan memaksakan anak, apalagi dengan cara yang kasar.
6. Berikan insentif kepada anak, baik berupa hadiah kesukaan mereka atau sekedar pujian jika nilai anak bagus. Hal ini akan membantu memotivasi anak.
7. Sebaiknya orang tua lebih terbuka dengan anak dengan menanyakan permasalahan yang dia hadapi, kenapa malas belajar, apa yang dapat membuat ia semangat untuk belajar dan sebagainya. Bantu anak untuk mengatasi permasalahan tersebut.
8. Pilih waktu yang paling tepat untuk anak belajar. Hendaknya orang tua juga turut membantu anak dengan tidak menonton televisi, atau tidak mendengarkan musik keras-keras.
9. Jadikan waktu belajar ini menjadi kebiasaan rutin sehari-hari, dan sebaiknya orang tua juga menemani dan membantu jika anak mengalami kesulitan saat belajar.
10. Selain waktu belajar yang rutin, sediakan juga waktu yang cukup untuk bermain, menonton dan berinteraksi dengan teman-temannya.
11. bagi anak yang masih berusia 5-8 tahun ajaklah anak belajar sambil bermain, bernyanyi, atau apapun hal yang membuat anak tidak bosan untuk belajar